VERSES
45
PAGES
518-520

Name

The Surah derives its name from the initial letter Qaf, thereby implying that it is the Surah which opens with the alphabetic letter Qaf.

Period of Revelation

There is no authentic tradition to show as to when exactly this Surah was sent down. A study of the subject matter, however, reveals that its period of revelation is the second stage of the Holy Prophet's life at Makkah, which lasted from the third year of the Prophethood till the fifth year. We have given the characteristics of this period in the Introduction to the Surah Al-An'am. In view of those characteristics it can be said that this Surah might have been sent down in about the 5th year, when the antagonism of the disbelievers had become quite intense but had not yet assumed tyrannical proportions.

Theme and Topics

Authentic traditions show that the Holy Prophet used to recite this Surah generally in the Prayer on the Eid days. A woman named Umm Hisham bin Harithah, who was a neighbor of the Holy Prophet, says that she was able to commit Surah Qaf to memory only because she often heard it from the Holy Prophet in the Friday sermons. According to some other traditions he often recited it in the Fajr Prayer. This makes it abundantly clear that this was an important Surah in the sight of the Holy Prophet. That is why he made sure that its contents reached as many people as possible over and over again.

This reason for this importance can be easily understood by a careful study of the Surah. The theme of the entire Surah is the Hereafter. When the Holy Prophet started preaching his message in Makkah what surprised the people most was the news that people would be resurrected after death, and they would have to render an account of their deeds. They said that that was impossible; human mind could not believe that that would happen. After all, how could it be possible that when the body had disintegrated into dust the scattered particles would be reassembled after hundreds of thousands of years to make up the same body once again and raised up as a living body, Allah in response sent down this discourse. In it, on the one hand, arguments have been given for the possibility and occurrence of the Hereafter in a brief way, in short sentences, and, on the other, the people have been warned, as if to say: "Whether you express wonder and surprise, or you regard it as something remote from reason, or deny it altogether, in any case it cannot change the truth. The absolute, un-alterable truth is that Allah knows the whereabouts of each and every particle of your body that has scattered away in the earth, and knows where and in what state it is. Allah's one signal is enough to make all the scattered particles gather together again and to make you rise up once again as you had been made in the first instance. Likewise, your this idea that you have been created and left free to yourselves in the world and that you have not been made answerable to anyone, is no more than a misunderstanding. The fact is that not only is Allah Himself directly aware of each act and word of yours, even of the ideas that pass in your mind, but His angels also are attached to each one of you, who are preserving the record of whatever you do and utter. When the time comes, you will come out of your graves at one call just as young shoots of vegetable sprout up from the earth on the first shower of the rain. Then this heedlessness which obstructs your vision will be removed and you will see with your own eyes all that you are denying today. At that time you will realize that you had not been created to be irresponsible in this world but accountable to all your deeds the meeting out of the rewards and punishments, the Hell and Heaven, which you regard as impossible and imaginary things, will at that time become visible realities for you in consequence of your enmity and opposition to the Truth you will be cast into the same Hell which you regard as remote from reason today and the ones who fear the Merciful God and return to the path of righteousness, will be admitted to the same Paradise at whose mention you now express wonder and surprise.

Source: Sayyid Abul Ala Maududi - Tafhim al-Qur'an - The Meaning of the Quran

ﭑﭒﭓ

مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Indonesian

Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.

وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ۖ ذَٰلِكَ مَا كُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ

Indonesian

Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.

ﭿ

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمُ الْوَعِيدِ

Indonesian

Dan ditiuplah sangkakala. Itulah hari terlaksananya ancaman.

وَجَاءَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَّعَهَا سَائِقٌ وَشَهِيدٌ

Indonesian

Dan datanglah tiap-tiap diri, bersama dengan dia seorang malaikat penggiring dan seorang malaikat penyaksi.

لَّقَدْ كُنتَ فِي غَفْلَةٍ مِّنْ هَٰذَا فَكَشَفْنَا عَنكَ غِطَاءَكَ فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيدٌ

Indonesian

Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam.

وَقَالَ قَرِينُهُ هَٰذَا مَا لَدَيَّ عَتِيدٌ

Indonesian

Dan yang menyertai dia berkata: "Inilah (catatan amalnya) yang tersedia pada sisiku".

أَلْقِيَا فِي جَهَنَّمَ كُلَّ كَفَّارٍ عَنِيدٍ

Indonesian

Allah berfirman: "Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala,

مَّنَّاعٍ لِّلْخَيْرِ مُعْتَدٍ مُّرِيبٍ

Indonesian

yang sangat menghalangi kebajikan, melanggar batas lagi ragu-ragu,

الَّذِي جَعَلَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ فَأَلْقِيَاهُ فِي الْعَذَابِ الشَّدِيدِ

Indonesian

yang menyembah sembahan yang lain beserta Allah maka lemparkanlah dia ke dalam siksaan yang sangat".

قَالَ قَرِينُهُ رَبَّنَا مَا أَطْغَيْتُهُ وَلَٰكِن كَانَ فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ

Indonesian

Yang menyertai dia berkata (pula): "Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh".

قَالَ لَا تَخْتَصِمُوا لَدَيَّ وَقَدْ قَدَّمْتُ إِلَيْكُم بِالْوَعِيدِ

Indonesian

Allah berfirman: "Janganlah kamu bertengkar di hadapan-Ku, padahal sesungguhnya Aku dahulu telah memberikan ancaman kepadamu".

مَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ وَمَا أَنَا بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيدِ

Indonesian

Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Ku

ﯿ

يَوْمَ نَقُولُ لِجَهَنَّمَ هَلِ امْتَلَأْتِ وَتَقُولُ هَلْ مِن مَّزِيدٍ

Indonesian

(Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada jahannam: "Apakah kamu sudah penuh?" Dia menjawab: "Masih ada tambahan?"

وَأُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ غَيْرَ بَعِيدٍ

Indonesian

Dan didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tiada jauh (dari mereka).

هَٰذَا مَا تُوعَدُونَ لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيظٍ

Indonesian

Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya)

مَّنْ خَشِيَ الرَّحْمَٰنَ بِالْغَيْبِ وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُّنِيبٍ

Indonesian

(Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat,

ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ ۖ ذَٰلِكَ يَوْمُ الْخُلُودِ

Indonesian

masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan.

لَهُم مَّا يَشَاءُونَ فِيهَا وَلَدَيْنَا مَزِيدٌ

Indonesian

Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya.

وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُم مِّن قَرْنٍ هُمْ أَشَدُّ مِنْهُم بَطْشًا فَنَقَّبُوا فِي الْبِلَادِ هَلْ مِن مَّحِيصٍ

Indonesian

Dan berapa banyaknya umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini, maka mereka (yang telah dibinasakan itu) telah pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)?

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ لِمَن كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ

Indonesian

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.

وَلَقَدْ خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَمَا مَسَّنَا مِن لُّغُوبٍ

Indonesian

Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan.

ﭿ

فَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ

Indonesian

Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya).

وَمِنَ اللَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَأَدْبَارَ السُّجُودِ

Indonesian

Dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai sembahyang.

وَاسْتَمِعْ يَوْمَ يُنَادِ الْمُنَادِ مِن مَّكَانٍ قَرِيبٍ

Indonesian

Dan dengarkanlah (seruan) pada hari penyeru (malaikat) menyeru dari tempat yang dekat.

يَوْمَ يَسْمَعُونَ الصَّيْحَةَ بِالْحَقِّ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمُ الْخُرُوجِ

Indonesian

(Yaitu) pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya itulah hari ke luar (dari kubur).

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي وَنُمِيتُ وَإِلَيْنَا الْمَصِيرُ

Indonesian

Sesungguhnya Kami menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada Kami-lah tempat kembali (semua makhluk).

يَوْمَ تَشَقَّقُ الْأَرْضُ عَنْهُمْ سِرَاعًا ۚ ذَٰلِكَ حَشْرٌ عَلَيْنَا يَسِيرٌ

Indonesian

(Yaitu) pada hari bumi terbelah-belah menampakkan mereka (lalu mereka ke luar) dengan cepat. Yang demikian itu adalah pengumpulan yang mudah bagi Kami.

نَّحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَقُولُونَ ۖ وَمَا أَنتَ عَلَيْهِم بِجَبَّارٍ ۖ فَذَكِّرْ بِالْقُرْآنِ مَن يَخَافُ وَعِيدِ

Indonesian

Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka beri peringatanlah dengan Al Quran orang yang takut dengan ancaman-Ku.

Loading...